Kamis, 04 April 2019

Tips Simulasi KPR Rumah dengan Lancar, Mulai dari Pengajuan Sampai Pelunasan



Tips simulasi KPR rumah dengan lancar, mulai dari pengajuan sampai pelunasan ini pastinya sangat dibutuhkan oleh Anda yang tengah berniat membeli rumah lewat Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Ya, semua orang dapat mengajukan KPR tapi tidak semua dapat persetujuan bank dengan mudah. Buat itu bagi yang berniat mengajukan KPR seharusnya melengkapi beberapa persyaratan KPR wajib sebelum proses pengajuan.Karena aturan ketat yang diberlakukan bank, Anda yang ingin mengajukan KPR cobalah buat mempersiapkannya dengan cara-cara yang efektif. Selain harus berkewarganegaraan Indonesia, ada beberapa hal-hal yang dipersiapkan. 

Buat itu berikut merupakan tips KPR lancar, mulai dari pengajuan sampai pelunasan yang dapat Anda jadikan acuan:

1. Lakukan Simulasi KPR yang Sesuai dengan Keuangan

Sebelum mengajukan KPR, hitung kemampuan cicilan Anda dengan cermat. Buat memperkecil cicilan, Anda dapat memperbesar DP dan juga memperpanjang tenor pinjaman. Bagi yang berpenghasilan tidak tetap, maka Anda harus memperhitungkan penghasilan rata-rata dan bukan penghasilan tertinggi yang Anda dapat. Anda dapat meminta perhitungan simulasi KPR rumah dengan bantuan staf bank. Umumnya Bank hanya mengizinkan total cicilan berkisar 30%-50% dari penghasilan. Pilih juga jenis KPR yang paling sesuai dengan kemampuan finansial agar lebih lancar dalam melunasi. 

2. Lengkapi Persyaratan dan Dokumen Sesuai Profesi

Umumnya bank akan meminta sejumlah persyaratan umum, seperti KTP suami istri (bagi yang sudah menikah), Kartu Keluarga, Surat Keterangan Kerja, Surat Keterangan Penghasilan/Slip Gaji, rekening koran/tabungan, dan NPWP. Buat karyawan, syarat yang diperlukan merupakan mengisi formulir aplikasi pengajuan buat persetujuan KPR dengan surat keterangan jabatan. Sertakan pula kopi dokumen kepemilikan agunan. Jika rumah itu masih dalam pembangunan dan belum tandatangan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB), maka sediakan surat pesanan rumah dari pengembang.Khusus bagi para pekerja lepas yang tidak mempunyai jenis izin khusus, maka yang harus disediakan merupakan kontrak-kontrak kerja dengan para klien yang mempekerjakan, bukti pembayaran setoran pajak dan mutasi rekening 6 bulan hingga 1 tahun terakhir.

3. Meyakinkan Bank

Sesudah melengkapi persyaratan dan dokumen, Anda juga harus meyakinkan pihak bank bahwa Anda merupakan debitur yang kredibel dan mempu membayar cicilan tepat waktu. Buatlah laporan keuangan yang positif seperti bukti rekening koran selama 3 bulan terakhir. Sebagai tips, sebelum mengajukan KPR maka Anda harus memperbaiki transaksi keuangan 3 bulan terakhir di buku tabungan.Sebelum mengajukan KPR, simulasikan dulu kemampuan finansial Anda lewat kalkulator KPR.Buat BI checking, track record pembayaran utang Anda selama ini menjadi faktor penting. Cara paling mudah mengeceknya merupakan dengan melihat pembayaran tagihan kartu kredit Anda. Saat Anda lancar dalam pembayaran tidak pernah menunggak, maka risiko gagal BI checking lebih rendah.

4. Pilih Properti yang Tepat

Pilih lokasi perumahan yang bagus. Aplikasi KPR Anda kemungkinan besar akan ditolak bila lokasi properti tidak dilewati jalan yang lebarnya kurang dari dua mobil. Hindari pula memilih properti dengan status hukum yang belum pasti.Pastikan properti Anda mempunyai kelengkapan surat. Di antaranya adalah merupakan sertifikat hak milik (SHM), atau sertifikat hak guna bangunan (SHGB). Kemudian harus ada izin mendirikan bangunan (IMB) dan kewajiban pajak buat properti itu sudah dipenuhi (PBB).

5. Memilih Beberapa Bank

Meskipun pengajuan KPR sulit disetujui, pastikan Anda memilih bank yang menawarkan produk dan layanan terbaik. Sebab KPR akan menjadi kewajiban jangka panjang, jadi pilih minimal tiga bank dengan standar dan layanan kualitas terbaik. Bandingkanlah produk-produk KPR yang ditawarkan setiap bank dan pilihlah yang paling sesuai berdasarkan kondisi keuangan dan kemampuan finansial. Sesudah itu buat memperbesar peluang mendapatkan kredit perumahan, ajukan permohonan ke beberapa bank itu. Selanjutnya bila mendapat persetujuan, maka Anda boleh melakukan negosiasi.

6. Perhatikan Waktu Pengajuan

Ternyata, waktu yang tepat dalam pengajuan KPR juga memberi pengaruh yang cukup signifikan. Waktu terbaik mengajukan KPR merupakan minggu ketiga dan keempat, karena umumnya bank sedang mengejar target. Hindari mengajukan KPR di bulan Desember, karena bank umumnya sedang sibuk tutup buku. Buat itu, sebaiknya tunda pengajuan hingga tiba bulan Januari.

Tidak semua orang mendapat kepercayaan bank buat menjadi kreditur pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah. Oleh karenanya, bila Anda menjadi satu dari sejumlah nasabah yang beruntung itu, ada baiknya Anda segera memenuhi persyaratan di tahap selanjutnya.Ketika bank mengumumkan sudah menyetujui pengajuan kredit, umumnya mereka akan memberi surat penawaran atau offering letter. Jika surat itusudah disepakai kedua belah pihak, maka bank akan langsung meminta notaris membuatkan akta perjanjian kredit.

Mau punya rumah tapi ragu-ragu dengan kemampuan Anda buat membayar cicilan KPR per bulannya.Akan tetapi, terkadang surat penawaran kredit dan draft perjanjiannya baru disampaikan ke nasabah menjelang penandatangan perjanjian kredit. Sehingga, isi dari surat seringkali dibacakan notaris dengan didengarkan langsung oleh nasabah dan pihak bank.Sesudah menerima surat penawaran, perhatikan dan pahami dengan teliti poin-poin yang tertera di dalamnya. Jangan sungkan bertanya bila ada yang kurang dimengerti. Anda bahkan dapat melakukan negosiasi mengenai besaran suku bunga, plafon dan jangka waktu KPR yang diajukan dalam offering letter.


EmoticonEmoticon