Jumat, 11 Januari 2019

Tips Memaafkan Semua Hal yang Telah Terjadi

Ngeblogs.Com - Di dunia ini setiap manusia pasti punya angan-angan, cita-cita, keinginan, dan ekspektasi. Tapi realitanya gak semua apa yang kita inginkan akan jadi kenyataan. Banyak hal yang terjadi malah kebalikan dari apa yang kita semogakan. Kadang kita marah, kesal, jengkel, sebel saat yang terjadi tak sesuai harapan. Tapi kalau kita fikir lagi kita marah pada siapa? Kita kesal pada siapa? Kita jengkel pada siapa? Pada diri sendiri kah? Pada keadaan? Atau bahkan naudhubillah malah pada Tuhan? Pada Alloh? 


Coba kita berfikir, gak semua yang terjadi di dunia bisa kita kendalikan. Banyak hal yang bukan hak kita untuk menentukannya. Karena apa? Karena kita hanyalah makhluk, kita adalah hamba. Masih ada Sang Kholiq yang mengatur kehidupan kita. sang pencipta kita yang mengatur hidup kita. Memang Alloh akan memberikan apa yang kita usahakan tetapi kita juga harus ingat kalau Alloh gak akan pernah ngasih kita sesuatu yang gak bagus untuk kita, yang gak baik untuk kita. Walaupun saat itu kamu gak tau apakah benar itu baik buat kita, tapi yakinlah suatu saat nanti kita akan menemukan jawabnnya. Jadi itu konsep pertama ya sebelum kita marah, sebelum kita sebel, sebelum kita kesel, kita harus ingat dulu bahwa ada Sang Kholiq yang mengatur hidup kita dan Sang Kholiq gak akan pernah memberi kita sesuatu yang gak beguna. Titik itu dulu yang harus kita tancapkan dalam fikiran kita. 

Apakah mudah saat kita di posisi itu? Ya pasti enggaklah. Pasti sulit, lawong apa yang kita inginkan gak tercapai kok. Tapi kita bisa meminimalisir rasa kesal itu sedikit demi sedikit, sampai nanti kita bisa menerima dan memaafkannya. Ya benar kita harus menerima dan memaafkannya, karena jika kita hanya menghilangkan rasa kesal itu dengan melupakannya atau menalihkan ke hal lain, hakikatnya rasa kesal itu masih ada dalam diri kita yang mana nantinya itu bisa menyebabkan suatu pernyakit di kemudian hari. Penyakitnya bukan penyakit fisik tapi penyakit psikis, yang lama kelamaan bisa menyebabkan gangguan jiwa. Eits, gangguan jiwa itu gak mesti gila lo yah, masih banyak macemnya. Lah salah satu macemnya itu bisa disebabkan karena kita memendam rasa kesal. Jadi, kita harus menerima dulu yang pertama, kita ngomong sama diri sendiri, bilang kalau semua ini ada yang ngatur. Yang kedua kita baru memaafkan. Kita maafkan diri kita sendiri, kita ngomong “udah gakpapa gak usah disesali, kamu sudah berusaha dengan keras, kamu sudah melakukan yang terbaik, sekarang sudah cukup sampai sini, setelah ini kita coba lagi ya” kita bisa melakukan itu. 

Lah kalau yang terjadi itu gara-gara ulah orang lain gimana? Bukan salah kita sendiri? Kalau menyangkut orang lain yang pasti ya kita ya harus memafkan orang tersebut. Tapi yang pertama seperti konsep di atas yaitu memahamkan diri bahwa yang terjadi itu yang terbaik buat kita menurut Alloh, setelah itu kita menerima keadaan itu, artinya menerima ya udah gakpapa gak tercapai,setelah  itu yang paling penting memaafkan orang tersebut. Maafkan dia, ngomong lagi sama diri sendiri “orang itu gak sama, semua dilahirkan dari orangtua berbeda-beda, dari keluarga berbeda-beda, ya pasti nilai-nilai hidup yang diterapkan juga berbeda. Jadi wajarlah kalau kita berbeda, kita harus bisa menerima dan memaafkan”, setelah itu tarik nafas panjang sambil baca astaghfirullohhalazhim, kalau belum hilang kita coba ulangi sekali lagi sampai rasa itu menghilang. Ya pasti semakin kompleks masalah atau semakin kuatnya keinginan kita akan suatu hal yang tida tercapai itu ya pasting healing nya pun semakin susah, perlu pengulangan dan ruang penerimaan lebih besar.
Semoga kita semua bisa memaafkan setiap hal yang gak enak di hidup kita!


EmoticonEmoticon